Catatan dari Editor di Pengujung Ramadan

Catatan saya untuk Lulu, penerjemah The Monk Who Sold His Ferrari (Kaifa).

LAMFARO | English > Indonesian Translator

buat blog-2
Salah satu terjemahan nonfiksi saya (bukunya masih digodok di dapur penerbit, jadi judulnya belum bisa disebutkan) disunting Rini Nurul Badariah, editor yang juga teman curhat saya soal penerjemahan. Syukurlah, Rini bersedia menuliskan masukan terhadap terjemahan saya di tengah kesibukannya selama Ramadan. Alhamdulillah, menurutnya secara umum terjemahan saya tidak terlalu merepotkan, namun ada beberapa catatan, terutama masalah keringkasan untuk menghindari kebingungan pembaca.

Catatan semacam ini sangat berharga bagi saya dan mungkin bisa menjadi masukan bagi teman-teman penerjemah. Karena itulah, saya ingin membaginya di blog ini. Catatan aslinya tidak plek seperti ini. Saya menambahkan klasifikasi hanya supaya lebih enak dibaca. Semoga bermanfaat!

MEMINIMALKAN PENGULANGAN

He described his time in this faraway land as a “personal odyssey of the self. »
T: Dia menggambarkan perjalanan ke negeri yang sangat jauh itu sebagai “pengembaraan personal diri”.
S: Dia menggambarkan perjalanan ke negeri yang sangat jauh itu sebagai “pengembaraan personal”.
Cat.  “Personal” saja sudah cukup.

Into Europe, Africa…

View original post 1 474 mots de plus

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s