Tertohok « Brothers and Sisters »

Sumber

Belum lama ini, saya tersandung artikel berikut. Paling « nendang » poin 8, tentang sikap fleksibel dan tidak perfeksionis. Saya jadi teringat ucapan seorang tokoh dalam seri Brothers and Sisters,

If you’re not ready to be disappointed, then you’re not ready to be a parent.

Dalam seri ini, ada sepasang suami-istri yang berusaha punya anak dan sepakat untuk adopsi. Prosesnya cukup panjang dan melelahkan, mulai dari wawancara oleh petugas sosial untuk menilai kelayakan mereka jadi orangtua, sampai bincang-bincang dengan ibu hamil yang bersedia menyerahkan bayinya untuk diadopsi dan memilih pasangan tersebut berdasarkan kepercayaan serta melihat sejumlah lembaran rekomendasi.

Menjelang kelahiran sang bayi, suasana rumah tangga pasangan ini diaduk-aduk aneka masalah. Maju-mundur tentang karier, mengesampingkan ambisi dan ego, lalu… tepat pada waktu sang ibu bersalin dan didampingi calon ibu adopsinya, sang suami mengalami serangan jantung.

Saya tidak akan ceritakan kelanjutannya, dan pasangan mana dari sekian tokoh di seri tersebut yang mengalami kejadian di atas supaya tidak jadi bocoran.

Namun saya merenung cukup lama tentang kepasrahan dan keikhlasan. Kadang gigih dan ngotot memang beda tipis. Kadang apa yang kita minta dan dambakan dengan sangat harus « berbalas » dengan hilangnya sesuatu. Bukan berarti Tuhan kejam, mungkin saja itu isyarat hidup bahwa ada hal-hal yang tidak « patut » diperjuangkan dan malah mendatangkan kesulitan lebih besar yang belum tentu siap saya hadapi. Seperti ujian masuk perguruan tinggi, kelahiran bayi bukan titik final.

Di dunia nyata, ada dua kerabat yang mengalami itu:

  1. Saat sang istri bersalin, sang suami terkena serangan jantung dan meninggal. Praktis si bayi tidak pernah mengenal ayahnya sama sekali.
  2. Suami-istri mengadopsi anak, lalu sekian tahun kemudian bercerai. Memang bukan salah si anak, tapi kelanjutannya… dia terkatung-katung dan bingung ikut siapa.

Seperti kalimat bijak Buddha yang disitir Iwan Fals dalam lagunya, « Keinginan adalah sumber penderitaan. »

 

 

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s