Pelesir Awal Tahun

Keberangkatan ke kampung halaman Mas Caroge awal tahun lalu (tepat tanggal 1 Januari pagi-pagi sekali) adalah menyambung silaturrahim sepeninggal mendiang Bapak. Dalam rangka naik pelaminannya seorang kemenakan, ditambah beberapa keperluan lain. Alhamdulillah, « hanya » macet di Cicalengka berbarengan dengan para peraya Tahun Baru yang pulang pagi dan sampai di tempat tujuan sekitar Maghrib.

Kali ini kami berbekal laptop, tentu saja hanya digunakan di perjalanan pulang yang lumayan panjang karena terhambat kemacetan arus balik liburan. Cukuplah untuk mengangsur pekerjaan barang beberapa halaman. Otomatis, setiap kali hujan agak deras, kami menepi dan tidak seleluasa bepergian tanpa laptop. Hanya di bendungan Sempor, Gombong, kami meninggalkan laptop dalam tas di parkiran karena berjalan tidak terlalu jauh. Lagi pula hari mulai panas meski masih pagi.

Lalu saat mampir di pantai, kebayang dong ribetnya nyangklong laptop sambil keliling di pasir? Alhamdulillah ada Mbak warung makan yang bersedia dititipi tas. Tentu saja kami makan di sana juga, sekalian menunggu hujan reda dan melihat-lihat rombongan truk menuju Yogya. Katanya ada jalan pintas dari sana. Namun kami belum berani mencoba jalan pintas yang jedulnya di Cilacap dari situ. Kabarnya sangat sepi, khawatir kehujanan lalu tidak ada tempat berteduh. Mungkin lain kali.

Kondisi kadang « memaksa » kami mencoba sesuatu yang baru. Antara lain menginap di losmen di perbatasan Buntu-Cilacap. Tarifnya sangat terjangkau, ada tempat makan yang lengang dan serasa di rumah sendiri karena bisa goler-goler memandang ke jalan, strategis dekat pom bensin, tidak sukar juga mencari makanan (kecuali sarapan). Semua itu menutupi satu kelemahan losmen tersebut yang tidak akan saya tulis di sini, semoga segera diperbaiki:)

Serunya, sewaktu hujan dan kami ingin jalan keluar… kami menggunakan jas hujan untuk penaung badan. Jadi tontonan orang-orang dan pemakai jalan saat menyeberang:))

Ketika singgah di Garut, kami mengalami tantangan hari libur bersama: ATM rusak serentak. Setelah korek-korek berbagai saku dan kantong, akhirnya terkumpul dana yang cukup untuk beristirahat satu malam di tempat yang pernah kami sambangi. Menyenangkan juga, kendati sudah ada perubahan karena kepadatan dan polusi. Dari mana saya tahu? Lihat saja langitnya.

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s