Freelance dan Terjangan Krisis Pribadi

Sudah cukup lama saya mencari artikel atau kiat pekerja lepas di rumah menyangkut penanganan kerja ketika menghadapi hambatan personal yang lumayan berdampak jangka panjang, seperti ini. Buku psikologi di Indonesia sejauh ini tidak pernah menyentuh topik sedemikian detail, artikel kariernya juga begitu. Kalaupun ada, rata-rata menyajikan langkah preventif dan menurut saya pribadi, masalah yang dikupas relatif mudah diatasi.

Alhamdulillah setelah mencoba berbagai kata kunci, saya menemukan artikel jujur ini. Kadang poin yang disampaikan agak membingungkan atau bertolak belakang dengan poin lainnya, namun itu memberi pilihan pada pembaca untuk menyesuaikan dengan situasi masing-masing.

Saya suka sekali kutipan ini:

« When you need to conserve your energy for your personal life, try to keep it easy professionally. Work with clients who appreciate you. Do simple work that flows easily from your fingertips.

Don’t push your limits at work when you’re already being pushed beyond your limits in your personal life. »

Saya juga sependapat dengan ini:

A year in which you’re facing crisis after crisis is probably not the time to go completely out of your comfort zone or to challenge yourself. If you’ve been averaging $30,000 a year, the year in which you’ve lost a family member is possibly not the best time to be trying to double that.

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s