Nostalgia Sukawening

20180102_094630

Beberapa hari yang lalu, kami iseng menyambangi tempat kos terakhir saya semasa kuliah. Saya meninggalkan dusun ini sekitar tahun 1997-1998, selepas KKN meski masih sempat mondar-mandir karena ada teman yang kos di daerah sini. Dua tahun lalu, saya pernah sempatkan menjenguk karena mendengar perkembangan (baca: perubahannya). Waktu itu rumah kos saya kosong dan sepertinya rusak.

Tempo hari, pondokan sudah dicat dan diberi nama. Sewa kamarnya per tahun tentu saja naik, sekitar 10 kali lipat dari masa saya dahulu.

Kami turun lebih jauh. Konon sewaktu baru dipugar, kawasan ini jadi tempat piknik warga setempat pada hari Minggu pagi. Masih ada sawah tersisa, meski tampaknya terancam berubah jadi bangunan juga. Dari situ tampaklah Gunung Geulis. Saya pernah melihat sebagian hutannya terbakar malam-malam, dari jendela kamar kos di lantai dua.

Dulu saya suka menyusuri jalan terjal ini melewati makam sampai ke sungai kecil. Ternyata memang buntu, setelah kami pastikan kemarin. Jalannya sebagian besar masih rusak, tapi bukan berarti alamnya masih asli. Sudah tak terdengar lagi burung-burung di sana.

Ini pun sawah yang tersisa. Dulu saya lewat sini untuk memotong jalan ke Ciseke, masih kuat sekali jalan kaki jauh-jauh. Sekarang menjulanglah apartemen di ujung sana. Entah bagaimana kondisi air di perkampungan, mengingat dulu saja air sulit pada bulan-bulan tertentu.

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion /  Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion /  Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion /  Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion /  Changer )

w

Connexion à %s