They do not dress like each other.

Kalimat asli

Everyone here is so stylish.
They do not dress like each other.

Terjemahan

Semua orang di sini begitu keren. Mereka tidak berpakaian seperti satu sama lain.

Suntingan

Semua orang di sini begitu keren. Mereka semua berpakaian unik.

 

Reak dan Singa Depok

Reak adalah salah satu kesenian khas daerah kami, selain benjang. Tidak hanya Bandung Timur (tepatnya wilayah kabupaten), reak yang lengkapnya kadang disebut « reak kuda renggong » juga ada di Jatinangor. Detailnya dapat Anda baca-baca  atau Anda tonton di Youtube.

Bulan ini, hampir tiap hari kami ketemu reak. Lire la suite « Reak dan Singa Depok »

Ke Cikembulan dua kali (2)

20190814_100828Sekitar sebulan kemudian, saya kepingin balik lagi. Suasananya pasti beda, karena sudah bukan musim liburan sekolah. Libur anak kuliahan sih, tapi kayaknya kecil kemungkinan mahasiswa pelesir ke taman satwa.

Kami tetap berangkat hari kerja, hanya saja lebih pagi supaya tidak terhambat « iklan ». Lagi pula bulan Agustus sudah masuk puncak kemarau, jadi saya enggan keburu « kepanasan » di jalan mengingat kami berencana lewat Lebakjero saat pulang. Lire la suite « Ke Cikembulan dua kali (2) »

Ke Cikembulan Dua Kali (1)

Lupa saya tahu dari mana tentang taman satwa ini, tapi yang terang dari internet lah. Entah kenapa kok saya tertarik sekali pada bonbin mini ini, walaupun di Bandung ada bonbin yang lebih besar dan « lengkap ». Saya sudah sering ke bonbin (kota) Bandung, terakhir pas lulus SMA. Sampai kini belum berminat ke sana lagi, meski masih tertarik melihat-lihat satwa. Alasan utamanya, malas mengarungi kota:)) Lire la suite « Ke Cikembulan Dua Kali (1) »

Terjemahan Saya dan Karya Ilmiah: Sejarah Islam di Nusantara (Michael Laffan)

Buku yang saya terjemahkan bersama Mas Indi Aunullah dan disunting suami saya itu menjadi referensi dalam beberapa karya ilmiah sbb:

Makalah Responsibilitas Tasawuf Kontemporer Terhadap Generasi Milenial oleh Sokhi Huda. Dipresentasikan pada Seminar Tasawuf Kontemporer, HIMAPRODI Akhlak dan Tasawuf STAI Al-Fithrah Surabaya, pada Selasa, 29 Januari 2019, di Jl. Kedinding Lor nomor 30 Surabaya.

Fikri, Ishom. “Universalitas Islam Dan Lokalitas Budaya Dalam Bingkai Islam Nusantara”. TEOSOFI: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam 8, no. 1

Jurnal Unisda

 

Terjemahan Saya dan Karya Ilmiah: Keajaiban Al Qur’an (Harun Yahya)

Terjemahan bersama Mbak Ary Nilandari tersebut alhamdulillah berguna untuk berbagai telaah ilmiah. Di antaranya:

  1. Nalar Ayat-ayat Semesta dan Meningkatnya Posisi Bahasa Arab dalam Tafsir Al Qur’an oleh Mu’ammar Zayn Qadafy. Dimuat di Al Itqan, 2017.
  2. Makna Hidup di Balik Tradisi Mudik Lebaran oleh Muskinul Fuad, IAIN Purwokerto.
  3. Skripsi UIN Sumatra Utara, 2016.
  4. Silabus anatomi Prodi Ilmu Gizi UNUSU.

Menerjemahkan Buku yang Belum Terbit di Negara Asalnya

Ini bukan pengalaman pertama. Biasanya buku tersebut menjadi produk high profile, alias ditunggu-tunggu. Promosi akan terbantu apabila buku yang akan diterjemahkan ini hendak difilmkan. Namun konsekuensinya, penerjemahan dan seterusnya agak terbirit-birit untuk menyesuaikan jadwal. Kadang serentak, kadang berbeda beberapa hari saja dengan negara lain/negara tempatnya diterbitkan. Lire la suite « Menerjemahkan Buku yang Belum Terbit di Negara Asalnya »

Huruf Kapital Awal Kalimat Tidak Otomatis Muncul (Word 2007)

AkupunyaSewaktu menerjemahkan, saya sering menggunakan titik tiga ketika melewatkan dulu kata/frasa yang belum dialihbahasakan. Maksudnya untuk menghemat waktu dan tidak sebentar-sebentar melihat kamus/googling. Berhubung titik tiga ini ada di tengah kalimat, setelahnya huruf kapital saya ubah menjadi huruf kecil. Contohnya: Lire la suite « Huruf Kapital Awal Kalimat Tidak Otomatis Muncul (Word 2007) »

Freelancer di Musim Kondangan

20150101_090803« Hati-hati lho, kalau ketahuan sarjana, bisa ditunjuk jadi Ketua Erte, » seloroh seorang teman kampus belasan tahun silam. Yah, padahal sarjana sekarang bukan « barang langka ». Tapi wajar saja jika pernah kuliah jadi alasan diharapkan memberi sumbangsih buat sekitar.
Keluhan yang masih banyak bertebaran di kalangan pekerja lepas (terutama yang di rumah) hingga zaman android ini, « terkesan punya banyak waktu/santai sehingga kerap ditodong bantuan. » Saya sendiri sudah « menyerah » untuk ngotot soal kesulitan mengatur waktu dan kadang sempitnya waktu. Saya coba pahami sudut pandang orang lain, mungkin kesan santai itu tumbuh dari sering tampak bengongnya saya (sewaktu rehat ngetik), pakai baju rumah, pergi-pulang tak kenal waktu… padahal saya menghindari rutinitas biar nggak di-stalk psikopat. Ini efek kebanyakan nonton film thriller:)) Lire la suite « Freelancer di Musim Kondangan »