Terjemahan Saya dan Karya Ilmiah: Sejarah Islam di Nusantara (Michael Laffan)

Buku yang saya terjemahkan bersama Mas Indi Aunullah dan disunting suami saya itu menjadi referensi dalam beberapa karya ilmiah sbb:

Makalah Responsibilitas Tasawuf Kontemporer Terhadap Generasi Milenial oleh Sokhi Huda. Dipresentasikan pada Seminar Tasawuf Kontemporer, HIMAPRODI Akhlak dan Tasawuf STAI Al-Fithrah Surabaya, pada Selasa, 29 Januari 2019, di Jl. Kedinding Lor nomor 30 Surabaya.

Fikri, Ishom. “Universalitas Islam Dan Lokalitas Budaya Dalam Bingkai Islam Nusantara”. TEOSOFI: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam 8, no. 1

Jurnal Unisda

 

Publicités

Terjemahan Saya dan Karya Ilmiah:Berani Memulai dan Menjalankan Bisnis Ritel yang Sukses (Deborah Penrith)

Buku ini menjadi salah satu acuan dalam:

Skripsi mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Surabaya.

Makalah Tahapan Pemetaan Citra Harga Pada Ritel Moderen dalam Seminar Nasional Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang, 2015.

 

Terjemahan Saya dan Karya Ilmiah: Keajaiban Al Qur’an (Harun Yahya)

Terjemahan bersama Mbak Ary Nilandari tersebut alhamdulillah berguna untuk berbagai telaah ilmiah. Di antaranya:

  1. Nalar Ayat-ayat Semesta dan Meningkatnya Posisi Bahasa Arab dalam Tafsir Al Qur’an oleh Mu’ammar Zayn Qadafy. Dimuat di Al Itqan, 2017.
  2. Makna Hidup di Balik Tradisi Mudik Lebaran oleh Muskinul Fuad, IAIN Purwokerto.
  3. Skripsi UIN Sumatra Utara, 2016.
  4. Silabus anatomi Prodi Ilmu Gizi UNUSU.

Menerjemahkan Buku yang Belum Terbit di Negara Asalnya

Ini bukan pengalaman pertama. Biasanya buku tersebut menjadi produk high profile, alias ditunggu-tunggu. Promosi akan terbantu apabila buku yang akan diterjemahkan ini hendak difilmkan. Namun konsekuensinya, penerjemahan dan seterusnya agak terbirit-birit untuk menyesuaikan jadwal. Kadang serentak, kadang berbeda beberapa hari saja dengan negara lain/negara tempatnya diterbitkan. Lire la suite « Menerjemahkan Buku yang Belum Terbit di Negara Asalnya »

Huruf Kapital Awal Kalimat Tidak Otomatis Muncul (Word 2007)

AkupunyaSewaktu menerjemahkan, saya sering menggunakan titik tiga ketika melewatkan dulu kata/frasa yang belum dialihbahasakan. Maksudnya untuk menghemat waktu dan tidak sebentar-sebentar melihat kamus/googling. Berhubung titik tiga ini ada di tengah kalimat, setelahnya huruf kapital saya ubah menjadi huruf kecil. Contohnya: Lire la suite « Huruf Kapital Awal Kalimat Tidak Otomatis Muncul (Word 2007) »

Freelancer di Musim Kondangan

20150101_090803« Hati-hati lho, kalau ketahuan sarjana, bisa ditunjuk jadi Ketua Erte, » seloroh seorang teman kampus belasan tahun silam. Yah, padahal sarjana sekarang bukan « barang langka ». Tapi wajar saja jika pernah kuliah jadi alasan diharapkan memberi sumbangsih buat sekitar.
Keluhan yang masih banyak bertebaran di kalangan pekerja lepas (terutama yang di rumah) hingga zaman android ini, « terkesan punya banyak waktu/santai sehingga kerap ditodong bantuan. » Saya sendiri sudah « menyerah » untuk ngotot soal kesulitan mengatur waktu dan kadang sempitnya waktu. Saya coba pahami sudut pandang orang lain, mungkin kesan santai itu tumbuh dari sering tampak bengongnya saya (sewaktu rehat ngetik), pakai baju rumah, pergi-pulang tak kenal waktu… padahal saya menghindari rutinitas biar nggak di-stalk psikopat. Ini efek kebanyakan nonton film thriller:)) Lire la suite « Freelancer di Musim Kondangan »

Bandung, Utara-Barat-Utara

Belum lama sebetulnya saya suka dan kuat membonceng motor ke luar provinsi (sebelah saja itu pun). Sekitar tujuh tahun. Harus diakui, belakangan banyak istirahatnya dan kadang ada malasnya melanjutkan perjalanan yang masih jauh. Malas kehujanan. Malas kepanasan. Malas-malas yang lainnya juga. Mungkin karena beberapa kota mulai ramai dan agak macet, jadi terasa melelahkan. Mungkin hanya jenuh, tapi saya sudah mulai mikir, sampai kapan saya sanggup bermotor ke Jateng?  Lire la suite « Bandung, Utara-Barat-Utara »

Kampus yang Kini Rindang

Main ke kampus adalah jalan-jalan yang segar lagi murah meriah. Jauh lebih dekat kemari dari rumah daripada ke Bandung kota. Macetnya pun tidak terlalu menyiksa, karena tidak tiap hari dan hanya kawasan tertentu. Malah saat libur mahasiswa begini, asalkan tidak ada acara di daerah Jatinangor, dari rumah cukup 15 menit saja tanpa ngebut… sudah sampai. Lire la suite « Kampus yang Kini Rindang »