« Pabeulit » Ejaan

Pabeulit (bahasa Sunda) = berbelit, dalam konteks cerita ini berarti « tertukar karena lupa ».

Alkisah, saya menerjemahkan suatu dongeng yang sangat familier bagi masyarakat Indonesia. Atas dasar itu, penerbit memutuskan agar istilah yang digunakan tetap yang dikenal di sini supaya pembaca lebih mudah mencernanya. Lire la suite « « Pabeulit » Ejaan »

Publicités

Bandung, Utara-Barat-Utara

Belum lama sebetulnya saya suka dan kuat membonceng motor ke luar provinsi (sebelah saja itu pun). Sekitar tujuh tahun. Harus diakui, belakangan banyak istirahatnya dan kadang ada malasnya melanjutkan perjalanan yang masih jauh. Malas kehujanan. Malas kepanasan. Malas-malas yang lainnya juga. Mungkin karena beberapa kota mulai ramai dan agak macet, jadi terasa melelahkan. Mungkin hanya jenuh, tapi saya sudah mulai mikir, sampai kapan saya sanggup bermotor ke Jateng?  Lire la suite « Bandung, Utara-Barat-Utara »

Kampus yang Kini Rindang

Main ke kampus adalah jalan-jalan yang segar lagi murah meriah. Jauh lebih dekat kemari dari rumah daripada ke Bandung kota. Macetnya pun tidak terlalu menyiksa, karena tidak tiap hari dan hanya kawasan tertentu. Malah saat libur mahasiswa begini, asalkan tidak ada acara di daerah Jatinangor, dari rumah cukup 15 menit saja tanpa ngebut… sudah sampai. Lire la suite « Kampus yang Kini Rindang »

Nostalgia Sukawening

20180102_094630

Beberapa hari yang lalu, kami iseng menyambangi tempat kos terakhir saya semasa kuliah. Saya meninggalkan dusun ini sekitar tahun 1997-1998, selepas KKN meski masih sempat mondar-mandir karena ada teman yang kos di daerah sini. Dua tahun lalu, saya pernah sempatkan menjenguk karena mendengar perkembangan (baca: perubahannya). Waktu itu rumah kos saya kosong dan sepertinya rusak. Lire la suite « Nostalgia Sukawening »

Malaikat Keadilan

Data buku silakan tengok situs ini.

Karya Sidney Sheldon yang satu ini punya kenangan khusus bagi saya. Ini novel Sheldon pertama yang diperkenalkan Bapak (baca: dibelikan) sewaktu saya masih SMA. « Sudah waktunya baca fiksi yang tebal, » kata beliau saat itu. Nahasnya, novel ini dipinjam seseorang dan tidak pernah kembali walau ditagih berulang kali. Untuk menghormati kenangan itu, saya beli lagi sekitar 10 tahun lalu. Sengaja seken, karena ingin cover yang ini. Kalau tidak salah, punya edisi bahasa Inggrisnya juga tapi nyimpannya tercecer, tidak berdekatan. Lire la suite « Malaikat Keadilan »