didn’t allow herself

Apa ya kira-kira artinya? « Tidak membiarkan dirinya sendiri? » Ah, kedengarannya kok kurang enak.

Kalimat lengkapnya begini

She didn’t allow herself to be defined by her eighty-three years of being dependent on someone else.

Kata « define » itu sendiri sudah jadi tantangan. Saya sering baca di teks film, ngerti maksudnya tapi harus mikir padanan pasnya apa. Akhirnya, terjemahan saya begini:

Dia tidak mau dianggap lemah karena terbiasa bergantung pada orang lain selama 83 tahun.

Saya berani menggunakan « dianggap lemah » karena sesuai konteks. Jika cerita utuhnya lain, tentu saja padanannya berbeda.

Ke Cikembulan dua kali (2)

20190814_100828Sekitar sebulan kemudian, saya kepingin balik lagi. Suasananya pasti beda, karena sudah bukan musim liburan sekolah. Libur anak kuliahan sih, tapi kayaknya kecil kemungkinan mahasiswa pelesir ke taman satwa.

Kami tetap berangkat hari kerja, hanya saja lebih pagi supaya tidak terhambat « iklan ». Lagi pula bulan Agustus sudah masuk puncak kemarau, jadi saya enggan keburu « kepanasan » di jalan mengingat kami berencana lewat Lebakjero saat pulang. Lire la suite « Ke Cikembulan dua kali (2) »

Ke Cikembulan Dua Kali (1)

Lupa saya tahu dari mana tentang taman satwa ini, tapi yang terang dari internet lah. Entah kenapa kok saya tertarik sekali pada bonbin mini ini, walaupun di Bandung ada bonbin yang lebih besar dan « lengkap ». Saya sudah sering ke bonbin (kota) Bandung, terakhir pas lulus SMA. Sampai kini belum berminat ke sana lagi, meski masih tertarik melihat-lihat satwa. Alasan utamanya, malas mengarungi kota:)) Lire la suite « Ke Cikembulan Dua Kali (1) »

Terjemahan Saya dan Karya Ilmiah: Sejarah Islam di Nusantara (Michael Laffan)

Buku yang saya terjemahkan bersama Mas Indi Aunullah dan disunting suami saya itu menjadi referensi dalam beberapa karya ilmiah sbb:

Makalah Responsibilitas Tasawuf Kontemporer Terhadap Generasi Milenial oleh Sokhi Huda. Dipresentasikan pada Seminar Tasawuf Kontemporer, HIMAPRODI Akhlak dan Tasawuf STAI Al-Fithrah Surabaya, pada Selasa, 29 Januari 2019, di Jl. Kedinding Lor nomor 30 Surabaya.

Fikri, Ishom. “Universalitas Islam Dan Lokalitas Budaya Dalam Bingkai Islam Nusantara”. TEOSOFI: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam 8, no. 1

Jurnal Unisda